ANALISA PERBANDINGAN KEKUATAN CETAKAN PENGECORAN DUDUKAN SHOCK BREAKER SEPEDA MOTOR UKURAN 70 × 30 × 30 mm

Muchammad Rizza

Abstract

Abstrak
Aluminium merupakan logam non-ferrous yang paling banyak digunakan di dunia, dengan pemakaian tahunan sekitar 24 juta ton. Oleh karena itu membutuhkan cetakan yang kuat dan tahan lama dalam industri pengecoran logam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan material baja St42 terhadap kekuatan tarik dan modulus elastisitas pada cetakan pengecoran aluminium dudukan shock breaker sepeda motor ukuran 70 x 30 x 30 mm dengan variabel pemanasan (Heat Treatment) pada bagian core dan cavity pada temperatur 650°C dan 1020°C. Cara melakukan pembuatan yang meliputi pembuatan pengefraisan, pengeboran, perlakuan panas, penggerindaan dan kerja bangku. Hasil berupa pencetak alumunium dengan produk dudukan shock breaker sepeda motor ukuran 70x30x30 mm serta rumusan yang telah disebutkan dengan mengetahui perbandingan kekuatan cetakan. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian untuk mengetahui jenis penelitiannya, mempersiapkan alat dan bahan ,diagram alir, teknik pengumpulan bahan, variabel penelitian, dan teknik analisis data dari metode penelitian hasilnya adalah data uji tarik yang kemudian dianalisa tegangan tarik maksimum, regangan dan modulus elastisitas. Hasil dari analisa tersebut adalah kekuatan tarik maksimum spesimen het treatment dengan temperatur 650°C = 450.4 N dan temperatur 1050°C = 469.2 N dan modulus elastisitas pada temperatur 650°C = 3217.14 N/
dan temperatur 1050°C = 2234.24 N/
. Sehingga spesimen yang di heat treatment dengan tempertur 650°C memiliki kekuatan tarik lebih rendah dari spesimen yang di heat treatment dengan temperatur 1050°C, dan spesimen yang di heat treatment dengan temperatur 650°C memiliki modulus elastisitas yang lebih besar dari pada spesiment yang di heat treatment dengan temperatur 1050°C hal ini disebabkan karena adanya perbedaan temperatur heat treatment sehingga mempengaruhi struktur kimia pada spesimen tersebut.
Kata kunci : pengecoran, dudukan shock breaker, penelitian, metode, pembuatan, perbandingan, kekuatan, alumunium, metode, analisa, bahan, penelitian, heat treatment, temperatur, spesimen
Abstract
Aluminum is the most widely used non-ferrous metal in the world, with annual usage of about 24 million tonnes. It therefore requires a strong and durable mold in the metal casting industry. The purpose of this research is to know the effect of St42 steel material to tensile strength and elastic modulus in aluminum casting mold of motorcycle shock bike holder size 70 x 30 x 30 mm with Heat Treatment variable at core and cavity at 650 ° C and 1020 ° C. How to do the manufacture which includes making milling, drilling, heat treatment, grinding and bench work. The result of the form of aluminum printer with the product of motorcycle shock breaker size 70x30x30 mm and the formula has been mentioned by knowing the ratio of the strength of the mold. The research method is done by experimental research is a research conducted to determine the effect of giving a treatment or treatment of the subject of research to know the type of research, preparing tools and materials, flowchart, material collection techniques, research variables, and data analysis techniques from research methods the result is tensile test data which is then analyzed the maximum tensile stress, strain and elastic modulus. The result of the analysis is the maximum tensile strength of a hematic specimen with a temperature of 650 ° C = 450.4 N and a temperature of 1050 ° C = 469.2 N and a modulus of elasticity at 650 ° C = 395087.72 N/
and a temperature of 1050 ° C = 387768.6 N/
. So the heat treatment specimen with 650 ° C has a lower tensile strength than the speciment at heat treatment with a temperature of 1050 ° C, and a specimen in heat treatment with a temperature of 650 ° C has a greater elastic modulus than a specimen in heat treatment with temperature 1050 ° C this is because existence difference in temperature heat treatment thereby affecting the chemical structure of the speciment.
Keywords : Casting, shock breaker holder, research, methods, manufacture, comparison, strength, aluminum, analysis, materials, research, heat treatment, temperature, speciment

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.