“Analisa Pemberdayaan media online sebagai penunjang Informasi keislaman oleh lembaga pesantren di jombang.”

Mahrus Ali

Abstract

Ditahun 2015 ini teknologi informasi sangat mengalami perkembangan yang pesat baik teknologi website maupun aplikasi media social yang dijalankan melaui handphone dan komputer, seperti android yang sudah mewabah pada ponsel dengan harga yang sangat terjangkau. Akan tetapi dengan seiringnya perkembangan teknologi Informasi sampai pada tahun ini, apakah diiringi juga dengan kondisi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai?, dan apakah juga di iringi dengan kondisi psikologis masyarakat yang stabil di segala usia untuk mengkonsumsi teknologi informasi?. Khususnya pada konsumer teknologi diusia remaja yang mengalami kondisi psikologis yang mengalami fluktuatif dan rasa ingin tahu yang lebih, khususnya remaja muslim yang berdomisili dipesantren.
Namun data yang dihimpun oleh We Are Social, adalah sebuah agensi marketing sosial, mengeluarkan laporan tahunan mengenai data jumlah pengguna website, mobile, dan media sosial dari seluruh dunia. 72,7 juta pengguna aktif internet 72 juta pengguna aktif media sosial, 62 penggunanya mengakses media sosial menggunakan perangkat mobile, 308,2 juta pengguna handphone. Namun lembaga masyarakat yang berbau islami, sudah menerapkan kajian islam baik lewat media social maupun website lembaga tersebut, akan tetapi yang disayangkan, kementerian Komunikasi dan Informasi pernah membuat kebijakan menghapus 22 situs islam yang ada di Indonesia, dengan alasan website tersebut telah menjadi provokator untuk menjadi teroris atau islam radikal. Oleh Karena itu apakah lembaga pesantren sudah mengikuti perkembangan teknologi Informasi dalam mewadahi kajian Islami sesuai dengan undang-undang ITE yang ada di Indonesia?. Akan tetapi dari data peneliti saat ini lembaga pesantren di jombang belum optimal menggunakan Teknologi Informasi sebagai wadah untuk menginformasikan atau membuat kajian islam online.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.