PEMBERANTASAN BUTA HURUF MELALUI ZONA LITERASI TERPADU DI DESA RAPAH OMBO

  • M. Bambang Edi Siswanto Universitas Hasyim Asy’ari
  • Emy Yunita Rahma Pratiwi Universitas Hasyim Asy’ari
  • Sayid Ma’rifatulloh Universitas Hasyim Asy’ari
  • Muhammad Nuruddin Universitas Hasyim Asy’ari
  • Indah Mei Dwi Astuti Universitas Hasyim Asy’ari

Abstract

Dusun Rapah Ombo merupakan salah satu dusun yang tertinggal di Kabupaten Jombang,
ketertinggalan itu diakibatkan oleh tidak adanya media kemajuan globalisasi yang bisa diakses
oleh warga yang disebabkan oleh tidak adanya suplay listrik yang mencukupi, tidak adanya sinyal
telepon genggam, serta jauh dan sulitnya akses jalan menuju Dusun Rapah Ombo. Bila diukur,
jarak dari pusat Kabupaten Jombang menuju Dusun Rapah Ombo sekitar 35 Km arah barat daya
dan dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dikarenakan sulitnya medan naik turun menyusuri
pegunungan kapur yang terjal. Secara ekonomi dusun Rapah Ombo yang terdiri dari 73 kepala
keluarga bisa dikatakan dusun yang sejahtera dengan pendapatan per-kapita yang telah cukup
dengan tingkat homogenitas yang komunal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan peternak. Berdasar hasil pengamatan yang
telah kami lakukan, kami dapat menarik kesimpulan bahwa yang dibutuhkan saat ini oleh
masyarakat Rapah Ombo adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama program
pemberantasan buta huruf melalui metode pembentukan zona literasi terpadu, mengingat masih
banyaknya warga yang kurang bisa membaca dan menulis. Berangkat dari kenyataan tersebut kami
merumuskan permasalahan yang akan diungkap yaitu, bagaimanakah penerapan zona lliterasi
terpadu, di dusun Rapah Ombo dalam pelaksanaan program ini. Dari hasil analisis menyatakan
bahwa Pemberantasan Buta Huruf Melalui Pembentukan Zona Literasi Terpadu di Dusun Rapah
Ombo Kabupaten Jombang dinyatakan berhasil. Dibuktikan dengan meningkanya jumlah
masyarakat Rapah Ombo yang lihai dalam membaca.

Published
2020-03-29
Section
Artikel