ANALISIS PEMETAAN JUMLAH KONSUMSI DAN PENGADAAN BERAS DI WILAYAH KECAMATAN KABUPATEN JOMBANG

  • Sumarsono Universitas Hasyim Asy’ari
  • Minto Universitas Hasyim Asy’ari
  • Totok Yulianto Universitas Hasyim Asy’ari
  • Sulung Rahmawan Wira Ghani Universitas Hasyim Asy’ari

Abstract

Mengacu tren data tahun 2012 sampai 2016 terkait produktifitas beras dan pertumbuhan
penduduk, terlihat ada ketidakselarasan antara tingkat produktifitas beras dengan tingkat
pertumbuhan penduduk di kabupaten Jombang, ini menggambarkan tingkat konsumsi yang terus
meningkat. Produktifitas beras yang relatif stabil sedangkan konsumsi beras yang terus bertambah,
merupakan masalah terkait ketersediaan beras. Berdasarkan situasi tersebut, artikel bertujuan
menganalisis pemetaan variabel jumlah konsumsi dan pengadaan beras diwilayah kecamatan
kabupaten Jombang, sebagai bahan evaluasi, pencegahan, penanganan ketidakseimbangan antara
pertumbuhan konsumsi dan pengadaan beras. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif
analisis biplot. Data penelitian bersumber dari data publikasi departemen pertanian kabupaten
Jombang, BPS Jombang, dengan periode tahun 2010 sampai 2016. Variabel penelitian yakni
jumlah konsumsi dan pengadaan beras dalam satuan kwintal per tahun per kecamatan. Hasil
analisis biplot disimpulkan: Pemetaan keragaman variabel konsumsi dan pengadaan beras adalah
relatif sama, yang berarti kebutuhan antara variabel konsumsi dengan pengadaan beras dari 21
kecamatan di kabupaten Jombang relatif seragam. Selanjutnya hasil pemetaan korelasi, variabel
konsumsi dengan pengadaan beras di wilayah kecamatan kabupaten Jombang memiliki hubungan
yang tidak erat, sehingga disimpulkan jumlah konsumsi beras yang terbentuk, tidak memiliki
keterkaitan erat dengan jumlah pengadaan beras. Hasil pemetaan kemiripan karakteristik antar
kecamatan, terdapat 6 kelompok kecamatan yang memiliki kesamaan variabel konsumsi dengan
pengadaan beras. Hasil pengelompokan ini memberi acuan kepada target penanganan yang lebih
tepat untuk setiap kelompok kecamatan. Hasil pemetaan posisi keunggulan kecamatan, terdapat
kelompok kecamatan yang unggul diatas rata-rata, disekitar rata-rata, dan dibawah rata-rata. Hal
ini memberikan gambaran skala prioritas yang bisa disesuaikan dengan program ketersediaan
pangan beras.

Published
2020-03-29
Section
Artikel