TINGKAT KESESUAIAN PROSES PELAYANAN RESEP DI UNIT FARMASI RAWAT JALAN TERHADAP STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DI RUMAH SAKIT

  • Gugus Virianti Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

Abstract

Pelayanan resep merupakan bagian penting dalam menjamin keberhasilan terapi pasien. Selain itu, pelayanan resep juga merupakan proses yang kompleks karena membutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam setiap aktivitasnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu Standar Prosedur Operasional (SPO) sebagai panduan proses pelayanan resep. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian pelayanan resep di farmasi rawat jalan rumah sakit terhadap SPO. Jenis penelitian ini adalah observasional. Pengambilan data dilakukan secara potong-lintang pada bulan Agustus 2018. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan populasi penelitian adalah seluruh resep untuk pasien rawat jalan. Kriteria inklusi yang ditetapkan yaitu resep yang tercantum dalam SPO pelayanan resep. Kriteria eksklusinya yaitu resep yang tidak tercantum dalam SPO pelayanan resep. Data diambil menggunakan instrumen observasi untuk evaluasi proses penerimaan resep, penyiapan dan penyerahan obat. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif menggunakan perbandingan tingkat kesesuaian terhadap SPO. Hasil penelitian diperoleh 372 resep yang memenuhi kriteria inklusi. Resep yang diterima sesuai SPO (6,5%), resep yang disiapkan obatnya sesuai SPO (22,8%), resep yang disiapkan etiketnya sesuai SPO (33,6%), resep yang obatnya diserahkan kepada pasien sesuai SPO (20,7%). Belum seluruhnya resep dilayani sesuai SPO, ketidaksesuaian terbesar terhadap SPO terjadi pada proses mengkaji resep dan mengkaji ulang resep. Ketidaksesuaian proses pelayanan resep terhadap SPO disebabkan oleh kurangnya jumlah apoteker dan tingginya beban kerja apoteker serta kurangnya aksestabilitas
terhadap dokumen SPO.

Published
2020-03-29