“BATU BERDAUN DAN PULUHAN DONGENG NUSANTARA”: ANALISIS FUNGSI VLADIMIR PROPP DAN MOTIF TINDAKAN PELAKU

Raras Hafiidha Sari

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan sebagai berikut. Pertama, mengungkapkan fungsi tindakan pelaku pada cerita rakyat. Kedua, mengungkapkan motif tindakan pelaku berdasarkan fungsi cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan teori struktur naratologi yang dikembangkan oleh Vladimir Propp. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan studi pustaka untuk mengungkap fungsi dan motif tindakan pelaku dari lima cerita rakyat dalam “Batu Berdaun dan Puluhan Dongeng Nusantara”. Penelitian ini menghasilkan penyebaran fungsi dan motif tindakan pelaku dalam kelima cerita rakyat tersebut. Penyebaran fungsi ditemukan lingkungan tindakan yang terdapat dalam masing-masing cerita seperti pada Aji Saka terdapat dua lingkungan tindakan yakni lingkungan tindakan penjahat dan lingkungan tindakan penolong. Gunung Merapi terdapat satu lingkungan tindakan yakni lingkungan tindakan utusan. Ki Ageng Mangir Wanabaya terdapat satu lingkungan tindakan yaitu lingkungan tindakan pemberi. Kisah di Gua Kiskenda memiliki tiga lingkungan tindakan meliputi lingkungan tindakan penjahat, lingkungan tindakan pemberi, lingkungan tindakan utusan, lingkungan tindakan orang yang dicari dan cerita Reog Ponorogo memiliki satu lingkungan tindakan meliputi lingkungan tindakan pahlawan. Penemuan lingkungan tindakan tersebut dapat mengungkapkan motif tindakan pelaku yang membentuk kekuasaan dalam cerita, sehingga ditemukan motif-motif tindakan yang meliputi kekuasaan, kepatuhan, tipu daya, dan kepercayaan dalam kelima cerita rakyat tersebut. Kata kunci: fungsi, lingkungan tindakan, motif tindakan, kekuasaan ABSTRACT This research aims to. First , expressing the function of the act of an offender in the story the people .Second , expressing motives the act of investors based on the function of folklore .Was used in the research structure naratologi the theory developed by Vladimir Propp .Research methodology used in this research is the qualitative method , with the literature study to uncover function and motives the act of the five stories to the people in “Batu Berdaun dan PuluhanDongeng Nusantara”. This research produce the spread of the functions and motives the act of the offender in the fifth of the folklore .The spread of function found the environment the act of that was found in each story as in Aji Saka there are two environment the act of ` Namely the act of villain environment and environmental action helper .Gunung Merapi there is one environment environment action namely the act of messenger. Ki Ageng Mangir Wanabaya there were one environmental the act of venerating the act of providers of the environment .Kisahdi Gua Kiskenda having three environment environment the act of covering the act of criminals , the act of providers of the environment , the act of envoy environment , the act of environment wanted men and stories Reog Ponorogohaving one environment act of covering environmental action hero .The discovery of the environment such action can reveal the act of offender motives that forms of power in the story , motives so that found the act of covering power , compliance , guile , and trust in the fifth the folklore . Key Words: function, environmental action, action motif, power

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.