IMPLEMENTATION OF THE LITERACY MOVEMENT IN SOCIETY

  • Yulianah Prihatin Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Hasyim Asy'ari

Abstrak

Rendahnya minat baca di Indonesia, mengharuskan lembaga pendidikan menciptakan inovasi untuk membantu menaikkan minat baca masyarakat. Pada tahun 2011 berdasarkan data dari World’s Most Literate Nations, Indonesia berada pada urutan ke 60 tentang minat baca penduduknya. Urutan itu tergolong urutan yang rendah dibandingkan negara-negara yang lainnya. Saat ini pemerintah sudah membuat Gerakan Literasi Nasional sebagai bentuk upaya menaikkan persentase minat baca masyarakat. Namun hal itu perlu didukung oleh banyak pihak. Berdasarkan hal tersebut, tim KKNT di desa Marmoyo membuat inovasi untuk mendirikan Rumah Pintar agar masyarakat semakin gemar membac, terutama membacakan dongeng untuk anak-anaknya. Dongeng merupakan salah satu bentuk dari cerita rakyat yang berkembang baik secara lisan maupun tulis. Daerah di Indonesia memiliki ribuan dongeng yang patut untuk dilestarikan, hal tersebut dikarenakan agar generasi muda mengenal dan mengetahui dongeng yang berkembang. Selain itu, kegiatan membacakan dongeng pada anak (ndongeng) terbukti mampu menanamkan karakter dan menciptakan kedekatan antara orang tua dan anak. Metode pada pengabdian ini dilakukan dengan cara analisis situasi mitra, Pengkajian pustaka/referensi yang terkait dengan tema PKM, pelaksanaan Pelatihan membaca dongeng dengan metode yang menarik di desa Marmoyo selama dua hari, pembudayaan membaca dongeng melalui rumah pintar. Progam pelatihan membaca dongeng dan penerapan Rumah Pintar di desa Marmoyo terbukti mampu mengubah pola pikir masyarakat tentang manfaat dongeng, serta memudahkan masyarakat dalam mencari bahan bacaan.

Diterbitkan
2020-12-29